Tote Bag

Tote bag adalah jenis tas besar yang aslinya sih tidak berrisleting, dan salah satu jenis tas yang saya suka karena mampu memuat banyak barang. Awalnya saya buat tote bag ini karena keperluan kursus sih. Saya sering membawa banyak tas kalau kursus. Satu handbag khusus berisi barang-barang pribadi seperti dompet, hp dan kacamata. Satu tas lagi berisi keperluan kursus menjahit seperti stationary, penggaris dan alat-alat jahit lainnya. Satu tas lagi mungkin berisi bahan dan tugas kursus, kain, baju dll. Nah satu lagi sambil bawa mesin jahit portabel.

Whoooosaaaah!! udah kebayang printilannya kan saat saya pergi kursus, tidak mengganggu dan tidak merasa repot sih cuma kurang simpel aja dilihatnya. Apalagi saya dibonceng motor kalo pergi pulang kursus, jadi yaa ribet gitu dilihatnya. Nah saya udah punya sih tas tote souvenir waktu liburan ke Bali akhir taon lalu, cuma gak sukanya tuh bahannya kanvas. Kanvas itu kalo bergesekan dengan baju bisa brudul-brudul kayak yang dialami sweater saya dan beberapa kaos. Huhhh sebel deh saya!!

Akhirnya saya buat deh tote bag tadinya untuk keperluan saat kursus, eh tapi ternyata enak dipake kemana-mana. Pensiun deh jadinya handbag kesayangan saya ganti pake tote bag buatan sendiri yang menurut saya tidak sempurna disana sini. Risletingnya tidak enak dilihat karena kurang bisa menjahit risleting pada tas, trus belum lagi ada bahan yang terlalu mepet jahitnya dengan risleting jadi agak kejepit kalo ingin membuka dan menutup risleting. Hmmmm tapi herannya yah banyak orang yang lihat berkomentar, ini buatan sendiri yah?ini bagus!. Dan itu bikin saya makin pede memakainya dan saat mengantar pesanan pelanggan, dia malah re-order tas seperti yang sedang saya pake saat itu hehheheheh.

Yap!! intinya kalo bikin barang-barang handmade itu pakailah sendiri dan pede-lah,dengan begitu orang juga akan pede memesan pada kita. Buruk buat kita belum tentu menurut pandangan orang lain lho begitupun sebaliknya. So,pelajaran yang saya dapet dari hobi baru saya nge-craft ini adalah open mind, dan hargai pendapat orang lain. Hmmmmm energi positif!! Saya suka pekerjaan ini, sepertinya akan saya lebih dalam mempelajarinya :).

Eh ya, ini nih saya kasih lihat hasil jahitan saya yang menurut saya yah 60/100 deh nilainya, gak terlalu bagus :D.






Menjahit apron

Apron atau sering disebut celemek memasak adalah baju yang dipakai untuk melindungi baju kita dari cipratan air, minyak dan bumbu-bumbu. Dan saya tiap memasak memakai celemek karena yah gitu deh saya memasaknya selalu berdiri jadi kemungkinan terciprat sangat sering. Biar aman bajunya dari cipratan minyak yah pakai apron saja.

Soalnya yah kalo baju kecipratan minyak itu enggak bisa ilang, atau saya yang gak tau caranya yah?? pokoknya susah deh ilangnya, apalagi saya seringnya bangun langung ke dapur, jadi seringnya masih pake piyama tidur, lha kalo kecipratan lak jeleeek bajunya buat tidur hihihii.

Nah salah satu temen saya ini tahu saya mengikuti kursus menjahit jadi dengan percayanya dia mengorder jahitan apron ke saya, first customer nih. Padahal saya enggak di bayarpun mau sama dia, soale temen saya ini banyak banget dan sering banget membantu saya dengan kebaikannya, jadi untuk balas budi saya menggratiskan pun gak masalah. Tapi temen saya ini memang terlalu baik, dia gak mau order kalo saya gak mau dibayar, yah sudahlah mungkin saya miringkan saja biayanya :D.

Berikut beberapa apron yang saya jahitkan untuk temen baik saya tersebut.





Cara pengambilan ukuran badan wanita




1. Lingkar Leher (Neck Size) : Diukur sekeliling batas leher dengan meletakkan jari telunjuk dilekuk leher.
2. Lingkar Badan (Bust) : Diukur sekeliling badan terbesar,melalui puncak dada,ketiak,letak sentimeter pada badan belakang harus datar dari ketiak ke ketiak,diukur pas.
3. Lingkar Pinggang (Waist) : Diukur sekeliling pinggang atas (letakkan posisi tali 2cm diatas pusar).
4. Lingkar Panggul (Hip) : Diukur sekeliling panggul (pinggul) terbesar (pas pantat) pas, tanpa kelonggaran.
5. Tinggi Panggul /pinggul(Waist To Hip) : Diukur dari batas tali pinggang ke bawah, sampai batas tali di bagian panggul(pinggul).
6. Panjang Muka/dada (Center Length Front) : Diukur dari lekuk leher di tengah muka sampai dibatas tali pingang.
7. Lebar Muka (across chest) : Diukur di bawah lekuk leher turun 5cm, diukur mendatar dari batas ketiak kiri ke ketiak kanan.
8. Tinggi dada (bust point) : Diukur dari batsa tengkuk leher bagian depan menuju puncak dada (posisi miring).
9. Jarak dada : Diukur dari puncak dada kanan ke puncak dada kiri.
10. Panjang sisi (side length) : Diukur dari batas ketiak ke bawah menuju tali bagian pinggang dikurangi 2cm.
11. Panjang bahu (shoulder length) :Diukur dari batas leher bagian sisi menuju bahu terendah/puncak lengan.
12. Panjang punggung (center length back) : Panjang dari tulang leher yang menonjol bagian belakang lurus ke bawah sampai batas tali pinggang bagian belakang.
13. Lebar punggung (across back) : Diukur 9cm dibawah tulang leher yang menonjol atau pertengahan jarak bahu terendah dan ketiak dari batas lengan kiri sampai batas lengan kanan.
14. Lingkar kerung lengan (arm hole) : Diukur sekekliling lubang lengan pas dahulu ditambah 2cm untuk kerung tanpa lengan, dan ditambah 4cm untuk kerung yang mau dipasang lengan. - (+2 utk tnp lengan, +4 utk berlengan)
15. panjang lengan blus (sleeve length) :Diukur dari puncak lengan terus ke bawah sampai panjang lengan yang diinginkan.
16. Tinggi puncak lengan : (1/3 lingk. kerung lengan – 1)
17. Lingkar lengan (wrist) : Diukur sekeliling lingkar lengan yang diinginkan - lingkar lengan atas - lingkar pergelangan tangan - lingkar siku untuk lengan panjang

Sumber: Buku kursus jahitku

 
'/>